Rabu, 06 Februari 2013

Lembaran Kertasku Part I

Saat itu aku mempunyai  beberapa lembar kertas, kertas yang hanya aku coret sendiri dengan tinta hitam tak berwarna.Tapi tiba tiba ada seseorang yang datang dan membawakan beberapa tinta yang berwarna dan dia siap menemaniku untuk mencoret lembaran kertas itu dengan tinta warna nya.

 Hari demi hari , bulan demi bulan ku coreti kertas itu bersamanya dengan bermacam macam warna. Warna yang cantik secantik pelangi dilangit, aku bahagia karena kertas ku penuh tercoreti dengan berbagai macam warna, yang membuat kertas itu menjadi lebih hidup dari sebelumnya. Aku ingin selamanya dia menemaniku mencoret kertasku dengan tinta warnanya. Aku tak mau seseorang merebut tinta warna itu.

Semakin lama coretan dikertas itu semakin banyak dan memenuhi semuanya hingga coretan itu tak bisa dihapus. Aku dan dia tersenyum dan tertawa bahagia melihat apa yang sudah kita coretkan berdua dilembar kertas itu. Kita berdua masih punya sejuta coretan yang akan kita coretkan pada lembaran berikutnya. Masih banyak sejuta warna yang akan mengisi lembaran berikutnya.

Namun tanpa diduga , tiba tiba mereka datang , dan membuang tinta warna itu. Dua orang yang sangat penting untuk hidupku. Aku dan dia tak bisa berbuat apa-apa. Saat ini kita hanya bisa diam. Kita hanya bisa melihat tinta warna itu tercecer di lantai hingga akhirnya mengering.

Kenapa mereka harus membuang tinta warna itu? Apakah coretan yang aku coret bersamanya kurang bagus? Apa mereka tidak tahu kebahagiaan ku saat aku mencoret coret di lembar kertas itu bersamanya?

Kini yang tersisa hanya tinta hitam , saat ini aku mencoret lembaranku dengan tinta itu sendirian. Aku berharap tinta warna yang telah dibuang itu bisa kembali lagi dan bisa menghiasi lembaran kertasku berikutnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Electricity Lightning