Saat itu aku mempunyai beberapa lembar kertas, kertas yang
hanya aku coret sendiri dengan tinta hitam tak berwarna.Tapi tiba tiba
ada seseorang yang datang dan membawakan beberapa tinta yang berwarna
dan dia siap menemaniku untuk mencoret lembaran kertas itu dengan tinta
warna nya.
Hari demi hari , bulan demi bulan ku coreti
kertas itu bersamanya dengan bermacam macam warna. Warna yang cantik
secantik pelangi dilangit, aku bahagia karena kertas ku penuh tercoreti
dengan berbagai macam warna, yang membuat kertas itu menjadi lebih hidup
dari sebelumnya. Aku ingin selamanya dia menemaniku mencoret kertasku
dengan tinta warnanya. Aku tak mau seseorang merebut tinta warna itu.
Semakin
lama coretan dikertas itu semakin banyak dan memenuhi semuanya hingga
coretan itu tak bisa dihapus. Aku dan dia tersenyum dan tertawa bahagia
melihat apa yang sudah kita coretkan berdua dilembar kertas itu. Kita
berdua masih punya sejuta coretan yang akan kita coretkan pada lembaran
berikutnya. Masih banyak sejuta warna yang akan mengisi lembaran
berikutnya.
Namun tanpa diduga , tiba tiba mereka datang ,
dan membuang tinta warna itu. Dua orang yang sangat penting untuk
hidupku. Aku dan dia tak bisa berbuat apa-apa. Saat ini kita hanya bisa
diam. Kita hanya bisa melihat tinta warna itu tercecer di lantai hingga
akhirnya mengering.
Kenapa mereka harus membuang tinta
warna itu? Apakah coretan yang aku coret bersamanya kurang bagus? Apa
mereka tidak tahu kebahagiaan ku saat aku mencoret coret di lembar
kertas itu bersamanya?
Kini yang tersisa
hanya tinta hitam , saat ini aku mencoret lembaranku dengan tinta itu
sendirian. Aku berharap tinta warna yang telah dibuang itu bisa kembali
lagi dan bisa menghiasi lembaran kertasku berikutnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar