Lewat selembar kertas ini ku utarakan kata-kata rindu
untukmu. Tidak kah kau tahu betapa rindunya aku karena lama tak bertemu
denganmu? Bagaimanakah kabarmu disana? Apakah kau juga merindukanku?
Aku rindu melihat senyummu. Aku rindu melihat paras
wajahmu. Aku rindu saat-saat bersamamu, canda tawamu yang biasa menghiasi
hari-hari ku. Dan membuat senyuman lebar di pipiku. Aku teringat ketika kita
becanda dan aku tak dapat menghentikan tawaku karena leluconmu. Sangat sangat
indah masa itu. Aku ingin kembali dimana aku dan kamu bisa tertawa lepas tanpa
ada beban.
Tapi hari ini semuanya terasa hampa , sepi dan sunyi tanpa
ada canda tawa khas darimu. Aku ingin mendengarkan leluconmu yang konyol dan
membuatku tak bisa menghentikan tawaku seperti dulu. Apakah kau ingat saat-saat
itu? Apakah kau juga merindukan saat-saat itu? Semoga kau merasakan hal yang
sama denganku.
Andaikan saja dunia ini seperti “Dunia Doraemon”. Pasti akan
ku keluarkan “Pintu Kemana Saja” agar aku dapat menemuimu setiap waktu. Tapi itu
tidak mungkin karena ini adalah “Dunia Nyata”.
Kau jauh dariku karena kau harus mencari sesuatu. Sesuatu yang
berharga untuk hidup dan masa depanmu. Aku hanya bisa mendukungmu dari kejauhan.
Percayalah walaupun aku jauh disini dan kita terpisah oleh jarak. Namun hatiku
tetap untukmu. Dan aku selalu berdoa untuk kesuksesanmu.
Kurasa hanya ini yang ingin kusampaikan padamu. Semoga kau ada
waktu untuk membacanya dan kau mengerti isi hati dan perasaan ku saat ini. Aku rindu
kekonyolanmu dan canda tawa khas darimu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar