Ketika ku
terdiam sendiri dan mencoret lembaran kertasku dengan tinta hitam. Suram dan
tak berwarna. Hatiku berbisik dan menyuruh ku untuk mengambil tinta warna yang
pernah dibuang oleh mereka. Mulai kucoretkan sedikit tinta warna itu di lembar
kertasku. Aku tersenyum, melihat lembaran kertasku kembali tercoret dengan
warna warna indah. Meskipun sedikit.
Namun dia
sebagai pemilik tinta warna itu tidak mau berdiam diri saja melihatku mengais
tinta warna yang berceceran. Dia datang dan membawakanku tinta warna baru. Tinta
dengan warna warna yang lebih cerah dari sebelumnya. Dia pun mau menemaniku mencoret
lembaran kertasku lagi. Senyumku semakin melebar dan akhirnya aku meneteskan
butiran air mata yang menandakan aku sangat bahagia.
Aku dan dia
melukis hal hal indah di lembaran kertasku. Kita tertawa disaksikan oleh warna
warna indah dan lembaran kertas kosong yang menunggu untuk dicoreti dengan
tinta warna itu. Entah sampai kapan suasana ini akan hadir aku berharap
selamanya.
Terimakasih
Tuhan engkau telah mengirimkan malaikat untuk menemaniku. Menemani sisa
langkahku di dunia. Aku berharap Si Pemilik Tinta Warna ini merelakan tinta
warnanya ku pakai untuk memenuhi semua lembaran kertas kosongku. Dan kuharap
dia tak akan pernah bosan menemaniku mencoret coret lembaran kertasku dengan
warna warna indah.
Tuhan satu
lagi harapanku, berikanlah mereka kesadaran bahwa aku lebih bahagia seperti
ini. Aku bahagia bukan karena materi ataupun fisik. Tapi aku bahagia karena
ketulusan hati :’)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar