Sabtu, 09 Februari 2013

Lembaran Kertasku Part III


Ketika ku terdiam sendiri dan mencoret lembaran kertasku dengan tinta hitam. Suram dan tak berwarna. Hatiku berbisik dan menyuruh ku untuk mengambil tinta warna yang pernah dibuang oleh mereka. Mulai kucoretkan sedikit tinta warna itu di lembar kertasku. Aku tersenyum, melihat lembaran kertasku kembali tercoret dengan warna warna indah. Meskipun sedikit.


Namun dia sebagai pemilik tinta warna itu tidak mau berdiam diri saja melihatku mengais tinta warna yang berceceran. Dia datang dan membawakanku tinta warna baru. Tinta dengan warna warna yang lebih cerah dari sebelumnya. Dia pun mau menemaniku mencoret lembaran kertasku lagi. Senyumku semakin melebar dan akhirnya aku meneteskan butiran air mata yang menandakan aku sangat bahagia.

Aku dan dia melukis hal hal indah di lembaran kertasku. Kita tertawa disaksikan oleh warna warna indah dan lembaran kertas kosong yang menunggu untuk dicoreti dengan tinta warna itu. Entah sampai kapan suasana ini akan hadir aku berharap selamanya.
Terimakasih Tuhan engkau telah mengirimkan malaikat untuk menemaniku. Menemani sisa langkahku di dunia. Aku berharap Si Pemilik Tinta Warna ini merelakan tinta warnanya ku pakai untuk memenuhi semua lembaran kertas kosongku. Dan kuharap dia tak akan pernah bosan menemaniku mencoret coret lembaran kertasku dengan warna warna indah.

Tuhan satu lagi harapanku, berikanlah mereka kesadaran bahwa aku lebih bahagia seperti ini. Aku bahagia bukan karena materi ataupun fisik. Tapi aku bahagia karena ketulusan hati :’)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Electricity Lightning