Sakit
itu ketika kita rindu dengan seseorang namun kita tak bisa bertemu dengannya
dan melampiaskan rindu itu. Sakit itu ketika kita berusaha menahan rindu itu
walaupun sebenarnya kita tak kuat untuk menahannya. Berusaha bertahan. Memang tak
mudah untuk bertahan dalam situasi seperti ini. Namun apa boleh buat, saat ini
hanya bertahanlah yang bisa ku lakukan. Bertahan demi seseorang yang ada di
hatiku. Seseorang yang tinggal di didalam hatiku. Seseorang yang mengisi
kekosongan hatiku. Menghiasi hari hariku dengan segala kekonyolannya. Tingkah laku
dan canda tawanya yang semakin membuatku rindu.
Jumat, 01 Maret 2013
Minggu, 24 Februari 2013
Laksana Mawar
Aku bagaikan hidup
sebagai tanaman bunga yang tumbuh di sebuah taman kecil. Taman yang punya sekumpulan
bunga bunga yang tak begitu cantik. Namun ada tiga jenis bunga yang menganggap
diri mereka cantik. Mereka mengaku
mereka adalah bunga mawar yang paling cantik, harum dan disukai semua orang. Namun bunga
mawar itu memiliki duri yang sangat tajam, dan jika orang yang dekat dengannya tak berhati hati mereka bisa saja tertusuk
oleh tajamnya duri itu. Setiap hari, satu dua orang mulai tertarik dan menyukai
sekumpulan bunga itu hingga akhirnya mereka jatuh hati dan mulai memuji keindahan
bunga mawar itu. Sekumpulan bunga mawar itu seolah mengerti jika banyak yang
menyukai mereka. Maka mereka mulai lebih
memperindah diri mereka sendiri dengan berbagai cara. Termasuk mengorbankan
teman mereka sendiri
Senin, 11 Februari 2013
Sebuah Khayalan
Ketika ku
duduk termenung diantara banyak orang. Pikiranku melayang. Melayang bebas di
angkasa seperti burung yang terbang melebarkan sayapnya. Terbang kemanapun ia
mau. Tanpa ada yang melarang dan mengekangnya.
Gemericik air
disekitarku membuat pikiranku tenang . Dipinggir kolam ini ku terdiam
memperhatikan ikan-ikan yang berenang berkejar-kejaran tak tentu arah. Mereka
begitu bebas, senang dan tanpa beban.
Untukmu
Lewat selembar kertas ini ku utarakan kata-kata rindu
untukmu. Tidak kah kau tahu betapa rindunya aku karena lama tak bertemu
denganmu? Bagaimanakah kabarmu disana? Apakah kau juga merindukanku?
Sabtu, 09 Februari 2013
Lembaran Kertasku Part III
Ketika ku
terdiam sendiri dan mencoret lembaran kertasku dengan tinta hitam. Suram dan
tak berwarna. Hatiku berbisik dan menyuruh ku untuk mengambil tinta warna yang
pernah dibuang oleh mereka. Mulai kucoretkan sedikit tinta warna itu di lembar
kertasku. Aku tersenyum, melihat lembaran kertasku kembali tercoret dengan
warna warna indah. Meskipun sedikit.
Kamis, 07 Februari 2013
Lembaran Kertasku Part II
Ditengah kesendirianku mencoret lembaran itu dengan tinta hitam
yang tersisa. Aku sempat berfikir untuk mencari sosok lain yang bisa
memberiku tinta warna lain. Namun, aku tak bisa, aku tak sanggup. Bagiku
tak ada tinta warna secerah tinta warna miliknya.
Aku tak sanggup bila melihat tinta warna orang lain yang mencoret lembaran kertasku berikutnya. Aku hanya ingin tinta warna darinya. Bukan dari yang lain.
Aku tak sanggup bila melihat tinta warna orang lain yang mencoret lembaran kertasku berikutnya. Aku hanya ingin tinta warna darinya. Bukan dari yang lain.
Rabu, 06 Februari 2013
Lembaran Kertasku Part I
Saat itu aku mempunyai beberapa lembar kertas, kertas yang
hanya aku coret sendiri dengan tinta hitam tak berwarna.Tapi tiba tiba
ada seseorang yang datang dan membawakan beberapa tinta yang berwarna
dan dia siap menemaniku untuk mencoret lembaran kertas itu dengan tinta
warna nya.
Hari demi hari , bulan demi bulan ku coreti
kertas itu bersamanya dengan bermacam macam warna. Warna yang cantik
secantik pelangi dilangit, aku bahagia karena kertas ku penuh tercoreti
dengan berbagai macam warna, yang membuat kertas itu menjadi lebih hidup
dari sebelumnya. Aku ingin selamanya dia menemaniku mencoret kertasku
dengan tinta warnanya. Aku tak mau seseorang merebut tinta warna itu.
Langganan:
Komentar (Atom)