Minggu, 24 Februari 2013

Laksana Mawar


Aku bagaikan  hidup sebagai tanaman bunga yang tumbuh di sebuah taman kecil. Taman yang punya sekumpulan bunga bunga yang tak begitu cantik. Namun ada tiga jenis bunga yang menganggap diri mereka cantik.  Mereka mengaku mereka adalah bunga mawar yang paling cantik,  harum dan disukai semua orang. Namun bunga mawar itu memiliki duri yang sangat tajam, dan jika orang yang dekat dengannya  tak berhati hati mereka bisa saja tertusuk oleh tajamnya duri itu. Setiap hari, satu dua orang mulai tertarik dan menyukai sekumpulan bunga itu hingga akhirnya mereka jatuh hati dan mulai memuji keindahan bunga mawar itu. Sekumpulan bunga mawar itu seolah mengerti jika banyak yang menyukai  mereka. Maka mereka mulai lebih memperindah diri mereka sendiri dengan berbagai cara. Termasuk mengorbankan teman mereka sendiri
. Satu persatu orang diluar mulai memperhatikan ketiga mawar itu, mereka menyiram dan memupuk mawar itu hingga terlihat sangat subur dan cantik. Mereka mulai memandang sebelah mata  bunga bunga yang lain. Bunga yang dianggap tidak terlalu penting untuk diperhatikan dan tidak mempunyai keindahan apa apa.
Ketika salah satu orang tangannya  tertusuk oleh tajamyya duri itu. Ia mulai enggan mendekati ketiga bunga mawar itu. Lalu  lambat laun orang orang diluar sana pun mulai merasakan betapa tajamnya duri mawar itu. Mereka mulai merasa enggan mendekati ketiga  bunga mawar itu. Bunga yang tak seindah mereka pikirkan. Namun ketiga bunga mawar itu tetap saja mencari perhatian dari orang diluar sana. Tanpa rasa malu dan sungkan dengan teman teman disekitarnya.
Bagiku dan teman teman ketiga bunga itu seperti bom. Bom yang cepat atau lambat  akan meledak.  Mungkin saat ini bom yang berwujud bunga itu belum meledak, tapi kapan pun bunga itu bisa meledak entah kapan, bisa nanti, besok, lusa, ataupun kapan tak  ada yang tahu. Ketika bom itu meledak mereka akan  menghancurkan semua yang ada di taman ini termasuk aku.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Electricity Lightning