Aku bagaikan hidup
sebagai tanaman bunga yang tumbuh di sebuah taman kecil. Taman yang punya sekumpulan
bunga bunga yang tak begitu cantik. Namun ada tiga jenis bunga yang menganggap
diri mereka cantik. Mereka mengaku
mereka adalah bunga mawar yang paling cantik, harum dan disukai semua orang. Namun bunga
mawar itu memiliki duri yang sangat tajam, dan jika orang yang dekat dengannya tak berhati hati mereka bisa saja tertusuk
oleh tajamnya duri itu. Setiap hari, satu dua orang mulai tertarik dan menyukai
sekumpulan bunga itu hingga akhirnya mereka jatuh hati dan mulai memuji keindahan
bunga mawar itu. Sekumpulan bunga mawar itu seolah mengerti jika banyak yang
menyukai mereka. Maka mereka mulai lebih
memperindah diri mereka sendiri dengan berbagai cara. Termasuk mengorbankan
teman mereka sendiri
. Satu persatu orang diluar mulai memperhatikan ketiga
mawar itu, mereka menyiram dan memupuk mawar itu hingga terlihat sangat subur
dan cantik. Mereka mulai memandang sebelah mata
bunga bunga yang lain. Bunga yang dianggap tidak terlalu penting untuk
diperhatikan dan tidak mempunyai keindahan apa apa.
Ketika salah satu orang tangannya tertusuk oleh tajamyya duri itu. Ia mulai
enggan mendekati ketiga bunga mawar itu. Lalu lambat laun orang orang diluar sana pun mulai
merasakan betapa tajamnya duri mawar itu. Mereka mulai merasa enggan mendekati
ketiga bunga mawar itu. Bunga yang tak
seindah mereka pikirkan. Namun ketiga bunga mawar itu tetap saja mencari
perhatian dari orang diluar sana. Tanpa rasa malu dan sungkan dengan teman
teman disekitarnya.
Bagiku dan teman teman ketiga bunga itu seperti bom. Bom yang cepat
atau lambat akan meledak. Mungkin saat ini bom yang berwujud bunga itu
belum meledak, tapi kapan pun bunga itu bisa meledak entah kapan, bisa nanti,
besok, lusa, ataupun kapan tak ada yang
tahu. Ketika bom itu meledak mereka akan
menghancurkan semua yang ada di taman ini termasuk aku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar